Ketika Taktik Parkir Bus Timnas Indonesia Bikin Frustrasi Raksasa Eropa

Sugeng rawuh Transadvocacynetwork di Portal Ini!

Melbourne – Rekor sejarah diukir timnas Indonesia pada Olimpiade 1956 di Melbourne, Australia. Indonesia berhasil menahan imbang Uni Soviet, kekuatan utama sepak bola Eropa saat itu. Ketika Taktik Parkir Bus Timnas Indonesia Bikin Frustrasi Raksasa Eropa

Situs resmi FIFA mengabarkan, Uni Soviet telah memperkuat kiper legendaris Lev Yashin. Masih banyak bintang, mulai dari Igor Nett dan Eduard Streltsov. Audisi Umum PB Djarum 2022: 51 Peserta Lolos ke Babak Karantina

Indonesia bertemu Uni Soviet di perempat final Olimpiade 1956 yang diadakan di Stadion Olympic Park Melbourne pada 29 November 1956.

Uni Soviet diunggulkan karena berhasil mengalahkan Jerman 2-1 di babak pertama. Sementara Indonesia langsung lolos ke babak perempat final setelah Vietnam Selatan memutuskan mundur.

Tampil di hadapan 3.228 penonton, pelatih Yugoslavia Indonesia Antun ‘Toni’ Pogacnik menerapkan taktik parkir bus. Para pemain Uni Soviet dibuat frustrasi saat menerobos padatnya pertahanan Tim Garuda. Hasil imbang 0-0 bertahan 90 menit waktu normal ditambah 30 menit waktu tambahan.

Menurut kantor berita Prancis AFP, yang dilansir surat kabar De Nieuwsgier terbitan 30 November 1956, para pemain Uni Soviet tak bisa menyembunyikan rasa tidak senang dan kesal saat meninggalkan lapangan.

Website FIFA menyatakan demikian: “…Soviet hampir tidak mampu mengatasi ketangguhan tim Indonesia di perempat final…”.

Kiper Maulwi Saelan yang menjadi benteng terakhir timnas menjadi pahlawan atas aksinya. Tak hanya Saelan, gelandang Ramlan, Kiat Sek, dan Liong Houw juga mendapat pujian dari media luar negeri.

“Saya naik turun menahan gelombang serangan Beruang Merah. Bagaimanapun, kami bertekad untuk tidak menyerah. Dulu, tidak ada aturan bahwa jika pertandingan imbang, tendangan maut mendadak.” kata Maulwi seperti dikutip Sukarno.org.

Akhirnya pesta latihan pun digelar. Kali ini, Indonesia kalah 0-4 dari Uni Soviet dalam laga yang dimainkan di Olympic Park Melbourne pada 1 Desember 1956. Ketika Taktik Parkir Bus Timnas Indonesia Bikin Frustrasi Raksasa Eropa

Uni Soviet akhirnya terus melaju dan meraih medali emas. Mereka menjadi juara Olimpiade pada tahun 1956 ketika mengalahkan Yugoslavia 1:0 di final pada 8 Desember 1956.

Faktanya, empat tahun kemudian, Uni Soviet menjadi juara Piala Eropa 1960, edisi pertama Piala Eropa. Uni Soviet mengalahkan Yugoslavia 2-1 pada laga final di Parc des Princes pada 10 Juli 1960. Pelajari sejarah amplop merah atau amplop merah Tahun Baru pada perayaan Imlek Asal usul amplop merah berasal dari Dinasti Qin pada tahun Cina, 221 B.kr. hingga 206 SM Kebiasaan memberi amplop merah berasal dari beberapa cerita Tahun Baru Imlek yang paling awal. Trans Advocacy Network 7 Februari 2024